
KBRN, Jakarta: Anggota Komisi V DPR Reni Astuti mengharapkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tunjukkan keberpihakan pada kesejahteraan Ojek Online (Ojol). Sebab, hingga sekarang Kemenhub belum melakukan audit terkait transparasi potongan aplikator Ojol.
"Kalau memang transparansi ini penting, mestinya Kemenhub melakukan audit terhadap angka-angka yang menjadi potongan aplikator. Saya sebagai wakil rakyat yang ada di Komisi V belum melihat keberpihakan," ujarnya pada Forum legislasi yang mengusung tema Efisiensi RUU Transportasi Online di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Selasa (27/5/2024).
Reni juga telah melakukan penelitian di S3 Unair terhadap driver ojol perempuan yang merupakan single parent. Dalam penelitiannya, ia mengungkapkan, bagaimana ojol perempuan mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga.
"Kebetulan saya mengambil penelitian terkait dengan ojol, saya bertemu dengan para perempuan driver ojol ini. Bagaimana mereka yang single parent, bagaimana yang kemudian mereka harus membantu ekonomi keluarga," katanya.
"Kemudian membiayai pendidikan anak-anaknya mereka harus sampai malam. Kemudian mereka juga harus dihadapkan pada situasi jalan yang berpotensi kriminalitas, dan sebagainya."
Anggota Komisi V itu juga menilai jika aturan transparansi tidak jelas, maka akan sangat membebani Ojol. "Diharapkan Kemenhub dapat mengadakan penjelasan untuk memperjelas terkait dengan situasi tersebut serta harapan dari rekan-rekan Ojol," ucapnya. (Ahmad Nuzula Romdoni)
Sumber : https://rri.co.id/bisnis/1545819/legislator-harapkan-kemenhub-tunjukan-keperpihakan-pada-ojol

Anggota DPR RI Fraksi PKS berkomitemen memperjuangkan aspirasi rakyat untuk Indonesia yang lebih baik.