
NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti, S.Si., M.PSDM., menekankan pentingnya penerapan semangat Zero Accident dalam aktivitas perjalanan masyarakat, terutama saat momen-momen nasional.
Pernyataan ini disampaikan oleh Reni dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Kepala BMKG dan Kepala Basarnas pada Kamis (23/01/2025) di Gedung DPR RI. Pertemuan tersebut membahas evaluasi angkutan libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (NATARU).
Reni memberikan perhatian khusus terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama libur NATARU. Berdasarkan data Korlantas Polri tahun 2024, tercatat 3.434 kecelakaan terjadi dalam periode tersebut.
“Data Korlantas Polri menunjukkan adanya 3.434 insiden kecelakaan selama libur Nataru. Ini menjadi pengingat bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat. Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus terus memperbaiki langkah strategis guna menekan angka kecelakaan,” kata Reni.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah bekerja keras dalam mengurangi angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia menyoroti peningkatan rasio kecelakaan lalu lintas.
“Saya mengapresiasi Kementerian dan Lembaga yang telah bekerja maksimal selama libur Nataru. Alhamdulillah, jumlah kecelakaan menurun dibandingkan tahun lalu. Namun, evaluasi menyeluruh tetap diperlukan karena rasio kecelakaan justru meningkat,” tambah politisi asal Surabaya tersebut.
Data menunjukkan bahwa rasio kecelakaan pada 2023 adalah 31,6 kecelakaan per satu juta perjalanan, sedangkan pada 2024 naik menjadi 35,5 kecelakaan per satu juta perjalanan.
Reni menekankan bahwa semangat Zero Accident harus diwujudkan melalui persiapan maksimal, baik dari sisi kebijakan maupun pelaksanaan teknis di lapangan. Ia meminta pemerintah untuk memperkuat evaluasi kinerja dengan fokus pada perbaikan infrastruktur, pengawasan kendaraan, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara.
“Zero Accident bukan hanya target, melainkan budaya yang harus diwujudkan. Seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, harus bekerja sama untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Dalam laporannya, Reni juga menyoroti data Kementerian Pekerjaan Umum yang menyebutkan bahwa 22% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kendaraan yang tidak memenuhi standar teknis dan operasional.
“Sebanyak 22% kecelakaan disebabkan oleh kendaraan yang melanggar ketentuan teknis. Penegakan hukum terhadap pelanggaran ini perlu ditingkatkan untuk mencegah kecelakaan. Harapan saya, kasus seperti ini bisa ditekan hingga nol,” tegasnya.
Ia menutup dengan penekanan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momen penting nasional, seperti libur panjang, harus menjadi prioritas utama.
“Kita tidak boleh membiarkan kebahagiaan masyarakat berubah menjadi duka akibat kelalaian. Kebijakan dan langkah teknis harus memastikan keselamatan publik,” pungkas Reni.
Komisi V DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong pemerintah mengoptimalkan sektor transportasi, memperbaiki infrastruktur, serta memastikan penegakan hukum guna menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas kecelakaan. ***

Anggota DPR RI Fraksi PKS berkomitemen memperjuangkan aspirasi rakyat untuk Indonesia yang lebih baik.