Kebijakan PPKM Darurat yang mulanya akan selesai empat hari lagi ternyata diperpanjang. Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan kabar tersebut dalam sebuah pertemuan di Yogyakarta.

“Tadi rapat kabinet terbatas yang saya ikuti di Sukoharjo, sudah diputuskan Bapak Presiden [PPKM Darurat] dilanjutkan sampai akhir Juli,” ungkapnya pada Jumat (16/7/2021).

Meski PPKM Darurat sudah berjalan hampir dua pekan, di Surabaya contohnya, tambahan kasus positif Covid-19 masih sangat tinggi. Berdasarkan data yang dirilis Pemerintah Provinsi Jawa Timur per tanggal 15 Juli 2021, terdapat 1022 tambahan kasus baru di Kota Pahlawan.

Sehingga total ada 5,690 jiwa yang tengah berjuang melawan Covid-19 di Surabaya. Kendati demikian, masih ada rasa solidaritas antar sesama warga. Hal tersebut dicontohkan masyarakat Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari.

Tepatnya dilakukan warga RT/RW 01/09 yang bergotong royong membentuk Posko Relawan Peduli Covid-19. Menurut laporan pengurus RT setempat, terdapat 7 keluarga atau total 14 warga yang terpapar Covid-19 dan tengah melakukan isolasi mandiri (isoman).

“Awalnya karena kita melihat kondisi Covid-19 semakin naik dan warga ekonominya kurang. Jadi tergerak mendirikan posko ini demi membantu saudara-saudara kita yang lagi isoman,” ungkap Manan, pengurus RT setempat.

Warga setempat yang terpapar akan dipisah tempat tinggalnya, kemudian dipantau melalui hotline 082233610595. “Misalkan minta dibelikan obat, vitamin, dan lain-lain tinggal menghubungi kami di nomor itu. Jadi kami yang belikan dan kirimkan begitu,” jelasnya.

“Soal dana, dari kami sendiri swadaya. Ada yang juga sampai kartu ATM itu diberikan dengan kata lain bentuk kepercayaan kepada warga,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti yang mengetahui adanya posko tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa hormat.

“Ini semangatnya dari warga untuk warga. Luar biasa kreativitas dan kepeduliannya. Jadi dengan diperhatikan dia tidak akan merasa sendiri dan imunnya bisa naik. Nah panjenengan (Anda) sendiri yang berbagi juga ikut bahagia karena kalau orang berbuat kebaikan maka akan menimbulkan hormon cinta. Jadi hormon bahagia muncul dalam diri kita,” jelasnya.

Politisi perempuan asal fraksi PKS itu juga datang langsung ke lokasi posko untuk memberikan bantuan berupa sembako dan vitamin. “Moga-moga bermanfaat ya,” ucap Reni.

Terakhir, Pimpinan DPRD Surabaya itu meminta agar warga yang sedang sakit juga dilakukan pendataan oleh Puskesmas setempat. “Apakah nanti beliaunya memilih untuk isoman di rumah, setidaknya sudah terdata. Dan kami mendorong Puskesmas agar juga terus memantau kondisinya supaya tidak semakin berat. Kalau semakin berat harus segera tertangani,” pintanya.

Di tengah situasi sulit PPKM Darurat ini, ternyata masih banyak warga yang mau peduli dengan sesama. “Saya kira ini menginspirasi bahwa siapapun kita sebenarnya bisa membantu orang dari yang kita miliki sesuai dengan kemampuan kita. Terima kasih, sehat selalu dan jaga kesehatan untuk kita semua,” tutup Wakil Ketua DPRD Surabaya meninjau posko swadaya milik warga. 

Sumber:

PPKM Darurat Diperpanjang, Warga Surabaya Swadaya Dirikan Posko Covid-19 | TIMES Indonesia

Berita Serupa:

Buka Posko Covid-19, Warga Surabaya Gotong Royong Bantu Warga Isolasi Mandiri – Suara Jatim