Gelora Bung Tomo Indoor yang alihfungsikan menjadi rumah sakit darurat Covid-19 mendapat apresiasi dari pimpinan DPRD Surabaya. Sejak Jumat (23/7/2021), rumah sakit berkapasitas 225 tempat tidur itu mulai beroperasi. Persiapannya pun terbilang singkat, kurang dari empat hari.

“Kami tentunya mengapresiasi perbaikan penanganan Covid-19 yang telah dilakukan Pemkot dan juga menyampaikan masukan dari warga dan berbagai pihak dalam hal ini,” ungkap Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti pada Minggu, (25/7/2021).

Tak hanya lengkap dengan tempat tidur, ruangan Unit Gawat Darurat (UGD), serta toilet, rumah sakit darurat ini juga memiliki oksigen liquid yang tersentral sebagaimana rumah sakit pada umumnya.

Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian rumah sakit di Surabaya yang mencapai hampir 100 persen sejak sebulan terakhir menjadi alasan disediakannya rumah sakit darurat ini.

Keberadaannya melengkapi rumah sakit lapangan tembak Kedung Cowek yang lebih dahulu beroperasi di wilayah utara Surabaya. Sementara untuk rumah sakit GBT indoor ini akan mengambil pasien dari RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) yang kini dalam keadaan over kapasitas.

Reni Astuti sebagai pimpinan DPRD Surabayaberharap agar keberadaan rumah sakit darurat Covid-19 Indoor Gelora Bung Tomo dapat tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat sekitar. “Rasa aman dan nyaman warga sekitar perlu mendapatkan perhatian bersama. Kebersamaan dalam penanganan Covid-19 di Surabaya adalah kunci keberhasilan. Semoga pandemi segera berlalu,” tutupnya.

Sumber:

DPRD Surabaya Apresiasi Gerak Cepat Persiapan Rumah Sakit Darurat Gelora Bung Tomo Indoor | TIMES Indonesia